Kamis, 05 Agustus 2010

Apakah kita juga kebagian sumbangan mereka?


Miliarder AS sumbang harta
BBC News, dikutip dari Majalah Forbes
Para miliarder yang telah berkomitmen menyumbangkan lebih dari 50% harta mereka
Sebanyak 38 miliarder Amerika Serikat sepakat untuk menyumbangkan setidaknya 50% kekayaan mereka untuk beramal melalui sebuah kampanye yang dimulai oleh pengusaha Warren Buffett dan pendiri Microsoft Bill Gates.
Kampanye yang di beri nama "The Giving Pledge" ini berisi sejumlah keluarga dan perorangan yang berkomitmen dalam proyek sumbangan ini, termasuk Walikota New York Michael Bloomberg, pendiri CNN Ted Turner dan eksekutif perusahaan hiburan Barry Diller.
Kesepakatan ini disebut sebagai ''komitmen moral'', bukan ''kontrak hukum''.
Kampanye gerakan amal ini dimulai pada bulan Juni untuk meyakinkan kepada para miliarder AS untuk menyumbangkan setidaknya setengah dari harta mereka baik semasa hidup atau setelah mereka meninggal.
"Kami baru memulainya dan ternyata mendapat sambutan yang sangat bagus'', kata Buffett dalam sebuah pernyataan.
Dia menambahkan "The Giving Pledge adalah tentang meminta keluarga kaya untuk berbicara tentang kekayaan mereka dan apa yang akan mereka lakukan dengan kekayaan tersebut''.
Mereka yang sepakat memberikan uang mereka ke ''filantropis dan organisasi amal'' harus mengumumkan tujuan amal mereka kepada publik melalui sebuah surat penjelasan.
'Meningkatkan pendidikan'
Miliarder lainnya yang juga telah sepakat menyumbangkan sebagian uangnya termasuk produser film George Lucas, filantrop David Rockefeller dan pengusaha minyak T Boone Pickens.
"Saya menyumbang kekayaan saya untuk meningkatkan pendidikan. Karena itu adalah kunci manusia untuk bertahan hidup'', tulis Lucas dalam suratnya.
Sejak lama saya mengatakan kalau saya menikmati membuat uang dan saya juga menikmatinya saat saya menyumbangkan uang tersebut
T Boone Pickens
Organisasi amal ini mengatakan banyak dari pendonor yang berkomitmen untuk menyumbang lebih besar dari batas 50%.
''The Giving Pledge ditujukan untuk para miliarder, idenya ini terinspirasi dari upaya di masa lalu dan saat ini yang bisa mendorong para pendonor dari berbagai latar belakang dan kalangan'', kata Givingpledge.org.
Buffett bersama Gates dan istrinya Melinda, beberapa kali mengadakan makan malam bersama para miliarder AS beberapa tahun terakhir untuk mempromosikan gerakan ini dan mendesak kaum elit AS ikut dalam kesepakatan ini.
"Sejak lama saya mengatakan kalau saya menikmati membuat uang dan saya juga menikmatinya saat saya menyumbangkan uang tersebut,'' kata Picken dalam tulisan di Givingpledge.org.
Buffett, kepala eksekutif perusahaan investasu Berkshire Hathaway, pernah menyumbangkan 99% uangnya ke Yayasan Bill & Melinda Gates dan yayasan derma keluarga di tahun 2006.
Majalah Forbes memperkirakan kekayaan Buffett mencapai US$ 47 miliar.
Bill Gates, yang masuk dalam daftar orang terkaya kedua di Forbes juga menyumbangkan lebih dari US$ 28 miliar ke yayasannya.
Berdasarkan data Forbes ada 403 miliarder yang tinggal di AS.

Selalu ke yayasan, kenapa mereka tidak mau langsung memberikan kepada orang-orang miskin, yang sangat membutuhkan uluran tangannya, sehingga mereka akan lebih dekat dengan orang yang mereka berikan pertolongan.
Akankah harapan setiap orang yang sedang dalam kesusahan hidup akan menanti datangnya bantuan, apakah akan yayasan sampai pada taraf paling bawah dari lapisan masyarakat miskin?
kita tunggu saja, semoga dapat memberikan pertolongan langsung kepada yang memerlukan.

Tidak ada komentar: